Sebut Jokowi Tak Banyak Membaca, Moeldoko Skak Mat Rizal Ramli, Makjleb!

12
loading...

Gosipviral.com – Mantan Menko Kemaritimana Rizal Ramli dan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko adu argumen tentang sosok Jokowi dan Prabowo.

Rizal Ramli menilai calon presiden (capres) nomor 02 Prabowo lebih banyak membaca dibandingkan capres nomor 01 Jokowi.

Menanggapi hal itu, Moeldoko mengatakan bahwa jika mengurus negara harus dibarengi dengan banyak membaca, urusan tersebut tidak akan cepat selesai.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli dan Moeldoko saat menjadi narasumber acara Mata Najwa yang tayang live di Trans7, Rabu (10/4/2019).

Mulanya pembawa acara, Najwa Shihab mengutarakan soal Rizal Ramli yang pernah menjadi menteri era Jokowi dan kini secara terbuka mendukung Prabowo.

Kemudian Rizal Ramli diminta Najwa untuk menilai karakter kepemimpinan Jokowi dan Prabowo di matanya.

Rizal Ramli kemudian memberikan penilaiannya kepada Jokowi terlebih dahulu.

Menurutnya Jokowi memiliki sejumlah sifat yang ia nilai sangat baik.

“Pak Jokowi orangnya memang down to the earth, simple, personality wise (rendah hati, sederhana, berkepribadian bijaksana -red),” ujar Rizal Ramli.

“Punya banyak niat baik,” sambungnya.

Kendati demikian, lalu Rizal Ramli menjelaskan bahwa memiliki niat baik saja menurutnya tidak cukup.

Lantas, dirinya menilai gaya kepemimpinan sosok Jokowi di matanya.

“Niatnya sih baik sekali dan model kepemimpinannya itu pengin tahu semua, pengin ikuti semua,” ungkap Rizal Ramli.

Setelah Jokowi, kemudian Najwa meminta Rizal Ramli bergantian memberikan penilaian kepada sosok Prabowo.

“Kalau Prabowo orangnya lebih tegas, banyak baca dibandingin dengan Pak Jokowi,” papar Rizal Ramli.

“Dan membaca itu penting karena bangsa terlalu luas dan kompleks,” sambungnya.

Di mata Rizal Ramli, Prabowo merupakan sosok yang apa adanya.

“Sama Prabowo itu apa yang kamu lihat, apa yang kamu omongin, itulah dia,” papar Rizal Ramli.

“Dia enggak coba mulai supaya terlalu lebih halus atau apa, itulah dia,” sambungnya.

Kemudian dirinya lantas memberikan penilaiannya untuk Prabowo dengan sedikit berkelakar.

“Walaupun belakangan saya lihat dia sudah bisa nari-nari, walaupun narinya enggak stylish gini-gini tapi sebelumnya kan enggak bisa,” sambungnya sambil berjoget menirukan Prabowo.

Penilaian Rizal Ramli itu lantas disambut tawa oleh sejumlah penonton dalam studio.

Rizal Ramli sebelumnya sempat beberapa kali menjabat di pemerintahan Mantan Presiden Abdurachaman Wahid (Gus Dur) hingga Presiden Jokowi.

Sebelumnya di era pemerintahan Gus Dur, dirinya sempat menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik.

Kemudian dirinya menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia.

Masih era pemerintahan Gus Dur, Rizal Ramli lalu menjadi Menteri Keuangan Indonesia.

Pada pemerintahan Jokowi, pria kelahiran Padang ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia.

Mantan Menko Kemaritimana Rizal Ramli menilai capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kurang membaca buku, sehingga tergantung pada sekelilingnya.

Sedangkan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko menganggap masalah dalam mengurus negara harus diurus dengan tindakan.

Hal tesebut disampaikan pada acara Mata Najwa yang ditayangkan di TRANS7 pada Rabu (10/4/2019).

Rizal Ramli menyampaikan pendapatnya mengenai keberpihakannya yang berubah.

Sebagai mantan menteri di bawah Jokowi, Rizal Ramli lebih condong memilih berada di kubu Prabowo Subianto.

Ia menilai Jokowi memang memiliki niat baik namun itu saja belum cukup.

“Tapi Najwa tentu paham niat baik saja enggak cukup. Niatnya sih baik sekali dan model kepemimpinannya itu hand on, pengen tahu semua, pengen ngikutin semua. Kalau Prabowo orangnya lebih tegas, banyak baca dibandingin dengan Pak Jokowi,” jelas Rizal Ramli.

Ia menyebut Jokowi kurang membaca sedangkan negara yang luas ini butuh pemimpin yang serba tahu.

“Dan membaca itu penting karena negara ini terlalu luas dan kompleks. Sama Prabowo you get what you see. Apa yang kamu lihat, apa yang omongin ya itu lah dia. Dia enggak coba moles supaya terlalu halus, atau apa that’s him,” jelas Rizal Ramli.

Kemudian ia kembali menyinggung masalah kurangnya literasi yang dibaca sehingga Jokowi bergantung pada sekelilingnya.

“Nah beliau, mohon maaf, artikulasi karena tidak banyak baca pengetahuannya sangat terbatas, tergantung siapa yang di sekelilingnya. Kalau di sekelilingnya baik-baik ya baik, kalo endak masalah,” ujarnya.

Moeldoko pun menanggapi dan menyatakan jika memimpin sebuah negara perlu lebih banyak aksi dan kerja.

“Abang saya bilang tegas, ya tegas, berikutnya banyak membaca. Mengurus negara banyak membaca, tidak selesai-selesai urusannya. Mengurus negara adalah learning by doing, learning by working, karena permasalahan tidak semudah yang terpapar di buku,” kata Moeldoko.


Ia menjelaskan bahwa proses dalam mengambil sebuah kebijakan itu tidak semudah itu dan butuh pengalaman.

Menurut Moeldoko pengalaman mengelola negara berbeda dengan mengelola tentara.

Mengelola tentara baginya mudah berbeda dengan mengelola orang sipil.

“Saya selaku panglima TNi ya gampang, saya bilang ‘no way, selesai, selesai, kanan, kanan’. Sipil kiri, kanan beloknya, way enggak gampang,” ujar Moeldoko.

Sedangkan Rizal Ramli menjabarkan pengalaman Prabowo yang paling utama adalah pencalonan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) saat mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta.

(TribunWow.com/Atri/Ami)