Perekam Video Luhut Berikan Amplop Minta Maaf ke Kiai Zubair

5
loading...


Gosipviral.com – Viral video Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan uang kepada kiai di Bangkalan, Madura, yang beredar di media sosial beberapa waktu lalu. Perekam video meminta maaf kepada pihak Pondok Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan. 

Perekam dan pengunggah video pada Sabtu (30/3) lalu tersebut bernama Luhur Utomo (40). Namun saat dia merekam, maksud dan tujuannya semata-mata untuk publikasi semata. Kemudian videonya itu dipotong-potong oleh pihak tertentu. Saat dimintai konfirmasi detikcom, dia mengaku telah bertabayun dengan pihak pengasuh Pondok Pesantren Nurul Cholil untuk meminta maaf. 

“Kami sudah bertabayun dengan pihak ponpes, alhamdulillah. Kita minta maaf karena penyelewengan. Karena kita sesuai fakta yang ada. Selain itu, adanya ketidaknyamanan pada Pak Kiai, kami sudah ditemui minta maaf dan sudah dimaafkan,” kata Luhur kepada detikcom, Sabtu (6/4/2019). 

Luhur juga mengaku, saat bertabayun di Ponpes Nurul Cholil di Bangkalan, ia ditemui oleh putra KH Zubair Muntasor, yakni Fathur Rozi. Mereka saling memaafkan.

“Waktu itu ditemui putranya, Fathur Rozi, ditemui sekitaran Azhar. Insyaallah,” kata Luhur. 

Baca juga: Ansor DKI Soal Luhut Beri Amplop: Bisyaroh ke Kiai Hal Lumrah


Luhur juga menyampaikan, saat bertabayun, ia disambut dengan baik oleh pihak Ponpes Nurul Cholil. 

“Tidak ada masalah. Malah kami sebelum datang disambut dengan baik,” ujar Luhur. 

Luhur juga mengakui video tersebut memang buatan sendiri untuk salah satu media. Namun, setelah beredar, ia menyayangkan video tersebut sudah banyak dimodifikasi. 

“Kalau yang pertama kali itu memang buatan kami, tapi setelah lompat-lompat banyak dimodifikasi. Makanya kami menyesalkan,” tandasnya. 

Luhut sudah menjelaskan mengenai video ini. Luhut pun menegaskan pemberian amplop kepada KH Zubair Muntasor tak terkait dengan Pilpres 2019. Amplop tersebut merupakan bisyaroh atau tanda terima kasih dari jemaah yang mendengarkan tausiah untuk membantu biaya pengobatan sang kiai.

“Sebagai tamu yang dijamu dan disambut dengan hangat, saya hanya dapat membalas dengan memberi bisyaroh sekadarnya untuk membantu pengobatan beliau. Saya pun lebih dulu diberi oleh-oleh berupa batik dan batu akik. Begitulah tradisi yang kami lakukan untuk menjaga tali silaturahmi,” tuturnya. 

Luhut juga menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung selama 15 menit itu, dia hanya menitipkan pesan agar jangan sampai ada umat atau santri yang golput pada Pemilu 2019. Dia pun menyesalkan peristiwa tersebut seolah ‘dipelintir’ sebagai aksi jual-beli suara yang dilakukannya kepada KH Zubair Muntasor. 

“Saya menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengatakan telah terjadi jual-beli suara dalam pertemuan tersebut. Bagi saya, fitnah yang keji itu mencoreng kehormatan, terutamanya KH Zubair Muntasor dan pondok pesantren yang diasuhnya,” kata Luhut. 

Dia meminta semua pihak untuk mengedepankan pikiran jernih ketimbang berprasangka buruk kepada orang lain. Jangan sampai tradisi silaturahmi yang telah turun-temurun dirusak oleh kecurigaan-kecurigaan yang tidak berdasar. 

“Saya mengimbau kepada para elite agar mengedepankan pikiran jernih ketimbang prasangka buruk, dan hati yang bersih ketimbang hati yang penuh kecurigaan. Ajaran hubungan dan jalinan silahturahmi yang sudah diajarkan turun temurun oleh para leluhur kita jangan dirusak oleh kepentingan sesaat para elite. Sebelum bertindak bertanyalah dan berdialoglah dengan hati nurani yang paling dalam untuk melakukan sesuatu yang terbaik. Demikian klarifikasi ini saya sampaikan dengan harapan dapat menghentikan fitnah atau kabar bohong yang diedarkan. Terima kasih,” pungkasnya.(detik.com