Membongkar Kebohongan “OPOSISI KARDUS” Part 2

12.592
loading...

Gosipviral.com – Sebelumnya kami ingin ralat pernyataan kami sebelumnya. Foto ini ternyata memang betul2 foto dari Ratna Sarumpaet yg sedang di rawat di sebuah Rumah Sakit. 👇https://t.co/iiZuOaGXuv

Terus terang kami memang agak pangling sebab wajah Ratna Sarumpaet yg beredar itu tampak jauh lebih muda dan kencang dibanding sebelumnya 👇https://t.co/u0thdIwsZm

Dan setelah diselidiki perubahan wajah Ratna Sarumpaet menjadi lebih muda itu ternyata bukan karena dipukuli tapi karena operasi plastik.

Ratna Sarumpaet memang benar masuk rumah sakit, tapi bukan rumah sakit biasa di Bandung seperti yg dicari polisi, tapi di RSK Bina Estetika di Menteng👇
https://t.co/d4HGBCww9m

Silakan perhatikan wallpaper kamar RSK Bina Estetika milik dokter Sidik Setiamihardja ini. Sama bukan? Kebetulan disana Ratna Sarumpaet ditangani langsung oleh dokter Sidik 👇https://t.co/aUZ5wXeQmV

Silakan polisi langsung saja ke RSK Bina Estetika untuk mencari tahu apakah Ratna Sarumpaet benar dipermak disana atau tidak. 👇https://t.co/byCXE66wea

Nah, bagi yg masih bingung kenapa orang yg dipukulin dagunya bisa makin lancip dan kulit makin kencang sekarang tak perlu bingung lagi. Datang saja ke Bina Estetika.👇 https://t.co/aH4I9XnhCd

Oya, satu hal lagi. Mungkin ada yg penasaran kenapa jidat Ratna Sarumpaet bisa berbekas seperti itu? Bukan karena dipukuli, tapi karena bekas penutup kepala👇 https://t.co/ZNn2lpZ2tE

Jadi dengan ini pernyataan Prabowo dan gerombolannya bahwa Ratna Sarumpaet dikeroyok sekelompok orang adalah HOAX!
Yg benar Ratna Sarumpaet dikeroyok dokter dan paramedis agar tampak lebih muda.👇 https://t.co/Lc6BNm3H3z

Dan air mata @hanumrais (Anak Amin rais) adalah air mata aktris gagal. Orang abis operasi plastik kok ditangisi dan dianggap pahlawan. Heuheuheu..👇 https://t.co/VLngAV3aqM

Atas kenyataan ini, maka marilah kita minta pada gerombolan @prabowo, @fadlizon, @Dahnilanzar, @RamliRizal, @saididu, dll. Untuk minta maaf secara terbuka karena telah sengaja menebarkan hoax di tengah masyarakat kita.
Tokoh publik yg tidak mencerahkan malah membodohi publik.

Mari kita desak juga media massa kita untuk lebih bertanggung jawab, tidak ikut menjadi penyebar hoax. Sebab dalam kasus Ratna Sarumpaet ini penyebaran hoax sangat dibantu oleh media mainstream.

Hoax diproduksi dan disebarkan oleh tokoh publik, diviralkan oleh media massa, dan diklarifikasi oleh akun anonim.

Tidaklah ini ironis dan memalukan?

Sekian klarifikasi kami. Ingat, tak ada kebohongan yg sempurna. Terima kasih.

Partai Sosmed