Mau Diperiksa Polisi, Ketua PA 212 Mendadak Sakit, Slamet Ma’arif Minta Ini

7
loading...


Gosipviral.com – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif batal menghadiri pemeriksaan polisi di Mapolda Jateng. Tersangka dugaan pelanggaran Pemilu itu mendadak sakit, sehingga tak bisa datang memenuhi panggilan polisi.

Anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Achmad Michdan selaku perwakilan dari tim kuasa hukum tersangka, mengusulkan kepada penyidik agar turut dilibatkan empat saksi ahli pada proses pemeriksaan. Di antaranya dua orang ahli pidana, ahli bahasa, dan ahli yang paham soal aturan pemilihan umum.

“Kami minta kepada penyidik untuk dijadwalkan dan mudah-mudahan dalam beberapa hari ini sudah ada lanjutan dari perkara ini untuk pemeriksaan. Kita menyesuaikan jadwal penyidik, kalau misalnya besok ya besok,” kata Michdan, di Mapolda Jateng, Senin (18/2/2019).

Dia tak menyebut penyakit yang diderita tersangka hingga batal penuhi pemeriksaan. Kliennya tersebut diketahui memiliki jadwal padat sebagai penceramah, sehingga kondisi tubuhnya menurun.

“Jadwal beliau padat, tensinya juga tinggi. Jadi pemeriksaan terhadap ustaz (Slamet Ma’arif) belum bisa dilakukan karena mendadak sakit,” tambahnya.

Di luar gedung Mapolda Jateng, terdapat ratusan orang dari sejumlah ormas Islam menggelar aksi dukungan moral terhadap Slamet Ma’arif. Koordinator lapangan, Kiai Ahmad Rofii, menyebut aksi damai itu bukans sebagai bentuk intervensi terhadap proses hukum terhadap tersangka.

Sekadar diketahui, Slamet Ma’arif ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Polresta Solo, pada Kamis 7 Februari. Penyidik kemudian melakukan gelar perkara untuk memutuskan status pria yang menjabat Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga itu.

Slamet Ma’arif dijerat Pasal 492 dan 521 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Slamet dilaporkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo, atas dugaan pelanggaran kampanye saat menghadiri Tablig Akbar PA 212 di Solo, pada Minggu 13 Januari. Okezone