Masuk Dalam Daftar Orang terkaya RI, Terungkap Fakta Transaksi Harian Bukalapak Melesat Pesat Sejak 2016

99
loading...

Gosipviral.com –  Cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang menyinggung ‘presiden baru’ ramai dibahas, meski yang bersangkutan sudah meminta maaf. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ikut menyayangkan cuitan Zaky yang intinya menyinggung budget research & development di Indonesia ini.

“Sangat disayangkan jika kemudian Achmad Zaky men-tweet yang terkesan ‘melupakan’ upaya Pak Jokowi yang banyak memberikan perhatian terhadap industri digital Bukalapak ini,” ujar jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan, kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).


Ace menjelaskan komitmen Presiden Jokowi selama ini soal pengembangan ekonomi digital sebagai wujud implementasi revolusi industri 4.0. Bukalapak, kata Ace, didukung penuh Jokowi untuk berkembang pesat dalam industri ekonomi digital.


“Presiden Jokowi memiliki perhatian yang serius terhadap pengembangan ekonomi digital sebagai implementasi dari industri 4.0. Achmad Zaky dengan Bukalapaknya merupakan salah satu yang selalu didorong untuk berkembang pesat. Hasilnya, tentu bisa kita lihat saat ini, Bukalapak adalah salah satu usaha anak muda yang berbasis industri 4.0,” terang politikus Golkar itu.


Cuitan Zaky yang menyinggung ‘presiden baru’ menyebabkan munculnya tagar #uninstallbukalapak, yang jadi trending topic. Cuitan itu kini sudah dihapus Zaky.


Siapakah Achmad Zaky?

Dalam daftar yang dirilis Globe Asia, ada lima orang terkaya yang usianya masih di kisaran 30 tahun, dan empat di antaranya pemain baru yang semuanya adalah pemuda dari perusahaan rintisan (startup).


Diantaranya Ahmad Zaky. Naik satu peringkat ke nomor 149, ada nama Achmad Zaky (31), salah satu dari pendiri Bukalapak. Kekayaan dari alumnus ITB ini ditaksir mencapai USD 105 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. 

Di bawah kepemimpinannya, Bukalapak tidak sebatas aktif di dunia dagang, melainkan membangun relasi dengan beragam komunitas masyarakat.

Bukalapak memperkuat komunikasi dengan pelapak mereka lewat wadah bernama Komunitas Pelapak, dan kemudian lanjut bertemu komunitas lain dari beragam latar belakang seperti para santri dan Bhayangkari.


Meski kondisi perekonomian Indonesia sepanjang 2016 kurang begitu baik, nyatanya hal tersebut tidak memengaruhi Bukalapak. Malah e-commerce ini mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

CEO Bukalapak Achmad Zaky memaparkan sepanjang tahun 2016 jumlah pageviews mencapai 13,4 miliar. Angka ini meningkat 16 kali lipat dari 2015 yang hanya 800 juta.

Zaky juga mencatat terjadi peningkatan jumlah pelapak. Kini mencapai 1,3 juta pelapak, melonjak dari 400 ribu pelapak di tahun sebelumnya. 


Semua kondisi tersebut membuat nilai transaksi harian di Bukalapak turut melonjak. Kenaikannya bahkan mencapai tujuh kali lipat.

“Nilai transaksi harian kami mencapi Rp 50 miliar. Pada tahun 2015 hanya sebesar Rp 7 miliar,” jelas Zaky di acara perayaan ulang tahun Bukalapak ke-7 di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Sementara itu dilansir dari kompas.com, nilai transaksi harian Bukalapak pada tahun 2017 mencapai 150 miliar https://tekno.kompas.com/read/2018/05/03/18381037/bukalapak-targetkan-transaksi-rp-200-miliar-per-hari-selama-ramadan  dan tembus menjadi 4 triliun per bulannya pada tahun 2018 https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/28/100857826/transaksi-tembus-rp-4-triliun-bukalapak-kaji-kemungkinan-ipo

(detik.com/liputan6.com/kompas.com)