Habis Jumatan, Ribuan Santri-Kiai Se-Bogor Gelar Aksi Bela Mbah Moen Lawan Fadli Zon

12
loading...


Gosipviral.com – Selepas shalat Jum’at, Ribuan santri dan kia se-Kabupaten Bogor menggelar ‘Aksi Damai Bela Mbah Moen (KH. Maimoen Zubair), Bogor (15/2/19). Aksi ini digelar menanggapi cuitan puisi Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, “Doa yang Ditukar”.


 “Ini adalah salah satu niat dan tekad santri dalam menjaga marwah dan sebagai bentuk ta’dzhim murid untuk menjaga harga diri para guru-guru yang selama ini memberikan kami ilmu.” terang KH. Romdhoni, Pengasuh Pesantren Yasina, Cigombong.

Acara yang di gelar usai sholat jumat berjamaah di masjid komplek Pemda Kabupaten Bogor, ribuan santri dari beberapa Pondok Pesantren ini mengadakan acara dengan bersholawat dan membaca dzikir Hijb Nasr.


“Mbah Moen adalah kiai kharismatik dan kiai sepuh yang menjadi panutan warga NU. Sangat tidak pantas diperlakukan seperti itu (di-bully, red). Awas bisa kualat lho ya,” lanjut KH. Romdhon.

Sebelumnya dalam puisinya tersebut, Fadli Zon menyinggung soal agama yang diobral oleh penguasa tengik. Terkait puisi ini, banyak yang mengaitkannya dengan doa yang dipanjatkan oleh KH Maimun Zubair atau Mbah Moen di salah satu pondok pesantren.


Tokoh NU seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, putri dari Gus Dus yakni Alissa Wahid, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy tak luput memberikan respons terhadap puisi Fadli Zon ini melalui akun Twitternya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membalas puisi Fadli Zon dan memintanya untuk mengklarifikasi kata ‘kau’ yang dimaksud dalam puisi tersebut. Lukman Hakim Saifuddin juga terang-terangan meminta Fadli menjelaskan apakah kata ‘kau’ yang dimaksud oleh wakil ketua DPR ini merujuk pada KH Maimun Zubair.

“Pak @fadlizon Yth, Agar mendapatkan kejelasan, saya mohon tabayyun (klarifikasi): apakah yg dimaksud dengan ‘kau’ pada puisi tsb adalah Simbah Kiai Maimoen Zubaer?#doayangditukar,” tulis Lukman.

Terkait pertanyaan Lukman Hakim Saifuddin, Fadli Zon pun telah memberikan jawabannya. Fadli mengungkapkan, bahwa kau yang dimaksud bukanlah KH Maimun Zubair melainkan penguasa dan makelar doa.

Berbeda dengan Lukman Hakim Saifuddin, putri Gus Dur, Alissa Wahid membalas puisi Fadli Zon ini dengan mempertanyakan bait kedua dalam puisi tersebut.

“Ini bait kedua: Doa yang sakral kenapa kau tukar. Direvisi sang bandar. Dibisiki kacung makelar. Siapa bandar? Siapa pembisik? Siapa kacung makelar? Bukan “Kau”,” tulis Alissa.

(SN/Brilio)