Gara-gara Candaan Sexist, Sri Mulyani Semprot Anak Buah Rudiantara

6
loading...

 
Gosipviral.com – Dalam beberapa kesempatan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kerap mengungkapkan kekesalannya gara-gara isu miring soal utang negara. Namun, sebagai seorang wanita biasa, Sri Mulyani juga bisa marah. Apalagi jika hal itu menyangkut harga diri.

Kekesalan Sri Mulyani bermula ketika hendak meluncurkan digitalisasi Pembiayaan Ultra Mikro di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/12).

Sebelum diberi waktu untuk menyampaikan sambutan sempat diputar video Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo. Di akhir video itu, ada seorang laki-laki yang ditinggal nikah oleh pacarnya karena pergi ke suatu pulau yang tidak ada sinyal.

Lalu, Direktur Utama BAKTI, Anang Latif sebelum memberikan sambutan sempat melemparkan ‘jokes’. “Jadi bapak-bapak jangan sering dinas keluar kota, hati-hati nanti istrinya nikah lagi,” ujarnya.

Hal itu pun langsung ditanggapi oleh mantan direktur Bank Dunia tersebut. Menurutnya, bercandaan itu terlalu sexist dan ia amat menyayangkan.

“Kemudian Jokes-nya Latif, soal  saya sering sampaikan supaya bapak-bapak jangan sering ke luar kota nanti istrinya nikah lagi. Saya rasa itu jokes yang sangat Sexist. Saya sampaikan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada perempuan menjaga martabat mereka tidak hanya sebagai objek,” kata Sri Mulyani.

Lalu ia pun terdiam sejenak, merasa tak enak, ia langsung melanjutkan sambutannya. “Agak enggak enak ya jadinya,” kata Sri Mulyani.

Ia juga mengkritik anak buahnya sendiri, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto.

“Saya sayangkan pak Marwanto, video pertama diperlihatkan bagaimana kredit ultra mikro itu semua laki-laki, salah total itu. Salah sekali karena saya tahu, para pelakunya itu perempuan. Jadi tolong yang buat video pertama dikoreksi mindsetnya,” katanya.

Sri Mulyani menegaskan untuk program Ultra Mikro (UMi) sendiri diperuntukkan bagi usaha sangat mikro yang 90 persen pekerjanya adalah perempuan. Benefit dari program UMi ini akan didapat oleh ibu rumah tangga yang memiliki keinginan mendapatkan masukan tambahan melalui berbagai kegiatan.

“Ada yang pinter bikin pisang goreng bisa masuk lewat digital, yang bikin ayam kremes buat suaminya bisa masuk juga. Jadi adanya teknologi menghilangkan seluruh barrier potensial kewirausahaan  di level akar rumput menjadi wirausaha yang sebenarnya,” pungkasnya.jawapos