Buat Miftah Sabri Emosi hingga Ditenangkan Najwa Shihab, Budiman Sudjatmiko Tetawa Puas

13
loading...

Gosipviral.com – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Miftah Sabri sempat terlihat kesal saat beradu argumen dengan Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Budiman Sudjatmiko.

Hal itu terlihat saat keduanya menjadi narasumber dalam tayangan Mata Najwa Trans 7 yang bertajuk ‘Tancap Gas Jelang Pilpres’, Rabu (6/2/2019).

Awalnya saat itu pembawa acara Najwa Shihab menanyakan perihal tudingan oleh TKN tentang rekayasa pencitraan yang dilakukan Sandiaga Uno.

Miftah Sabri kemudian menjelaskan mengenai tudingan rekayasa saat Sandiaga Uno yang ditemui seorang warga berlumur lumpur.

Menurutnya, ada kecemasan yang dirasakan 01 saat melihat pergerakan Sandiaga Uno.

“Saya lihat ada kecemasan oleh 01 terhadap gerakan Bang Sandi yang sistematis, struktural dan bertemu masyarakat se Indonesia, sehingga dituduh, digoreng,” belum selesai Miftah Sabri menjelaskan, Budiman Sudjatmiko menanyakan sejumlah arti dari kata yang diucapkan Miftah.

“Anda menyebutkan istilah-istilah yang enggak bisa dipertanggungjawabkan, satu struktural itu apa? sistematis mungkin, struktural apa?,” tanya Budiman kepada Miftah.

Mendengar kalimatnya diragukan, Miftah menjelaskan hingga mengangkat kedua tangannya.

“Terstruktur, terstruktur, terstruktur,” ujar Miftah.

Budiman yang tidak setuju mentertawakan jawaban Miftah.

“Miftah ini masuk politik UI, membedakan struktural dan terstruktur saja dikatakan ulang,” ejek Budiman.

Mendengar dirinya diserang, Miftah melipat kedua tangannya kesal.

“Saya enggak terima, saya memperhatikan Mas Budiman ini semakin ke sini kualitasnya semakin menurun, yang dikomentari orang salah ngomong,” ujar Miftah emosi.

Najwa Shihab pun melerai dan meminta untuk tidak menjelekkan pribadi seseorang.

Sementara Budiman Sudjtamiko tertawa puas seolah dirinya merasa menang.

“Ini personal masalahnya,” bela Miftah marah tak lama kemudian tersenyum.

Sebelumnya, Miftah menjelaskan bahwa wajar jika saat itu ada warga yang nekat menemui Sandiaga dalam kondisi apapun karena memang mengidolakan.

“Jadi begini, justru ketika kita lihat foto yang pertama, itu kelihatan banget dia mencoba selfie beberapa kali enggak bisa ketemu, itu kalau fans sama idola memang seperti itu, saya sering, jangankan Bang Sandi, saya aja di dapil kalau bertemu fans dari jauh dia coba selfie-selfie sama kita, kita tidak mengenal dia,” ujar Miftah.

Miftah kemudian menuturkan ia mengawal dan memperhatikan bagaiman isu tuduhan sandiwara Sandiaga itu awalnya berkembang.

“Tapi saya mengikuti di mana itu keluar pertama, ini berawal dari tagar di media sosial, digoreng oleh board-board yang diafiliasi 01, dan kemudian diampilifikasi, saya sebut nama saja, Bang Erick Thohir, sahabatnya Bang Sandi.”

Menurutnya, ada kecemasan yang dirasakan 01 saat melihat pergerakan Sandiaga Uno.

Sementara anggota TKN lainnya Irma Suryani menjelaskan kubunya tidak merasa cemas ia menilai justru kubu 02 yang terlihat cemas.

Ia pun sempat membela Budiman Sudjatmiko yang disindir Miftah kualitas berfikirnya semakin turun.

“Justru yang cemas itu kan yang selalu membuat sandiwara, kalau kami kan enggak pernah bikin sandiwara, maka kami sarankan (Sandiaga) enggak usah jadi wakil presiden,” ujar Miftah.

“Pak Budiman enggak apa-apa jadi juru bicara, jadi jangan menghina seperti itu juga, Pak Budiman ini walaupun jubir tapi belum tentu intelejensinya lebih rendah dari pada Sandiga Uno,” ujar Irma yang kemudian disela oleh Miftah dan BPN Faldo Maldini.

“Sebentar-sebentar, tadi sudah ngomong ya, jangan lucu lagi ya,” ujar Irma memberikan peringatan kepada keduanya.

Kejadian itu kembali membuat seisi studio tertawa dan bertepuk tangan.

“Jadi saya ingin sampaikan Nana (Najwa-red), yang cemas itu mereka dengan melakukan sandiwara A, B, C, episode kedua ketiga, dan saya yakin sandiwara ini masih akan terus sampai April, itu akan terus bergulir. Saya yakin itu,” pungkas Irma.

Sandiaga Menemui Korban Banjir Berlumur Lumpur

Dikutip dari Tribunmakassar.com, Sandiaga menemui korban banjir di Jl Mallengkeri 3, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sabtu (26/1/2019).

Selain menyapa korban banjir, dirinya juga berbincang mengenai pencegahan dan penanganan pasca banjir.

“Kami turut prihatin atas banjir yang merendam wilayah ini. Kita sama-sama yakin, InsyaAllah akan ada hikmah di balik semua ini,” tutur Sandiaga.

Diketahui kunjungan tersebut bagian dari kampanyenya dalam Pilpres 2019.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli kemudian mengomentari dengan mengunggah foto Sandiaga yang menyapa seorang korban banjir di Makassar, melalui akun Twitter @GunRomli, Minggu (27/1/2019).

Ia tampak mengunggah dua potret seorang korban banjir dari arah depan dan belakang.

Kedua potret itu tampak dikelilingi banyak warga yang ingin melihat mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Dari potret yang pertama terlihat Sandiaga menghadap seseorang yang bagian depan tubuhnya berbalur lumpur.

Sedangkan potret kedua menunjukkan dari bagian punggung orang tersebut sama sekali tak dibalut lumpur.


Saat mengunggah potret itu, Guntur Romli menuliskan cuitannya apa maksud dari foto tersebut.

Guntur Romli menyebut bahwa kunjungan Sandiaga di Makassar hanyalah sebuah sandiwara.

“Ini #SandiwaraUno sekuel yg mana? Itu kok lumpur cuma di badan depan, di belakang kok bersih, maksudnya apa? Sandiwaranya rada cerdas dong @sandiuno,” tulis Guntur Romli.


Sementara itu, Partai Gerindra yang diketuai oleh pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto juga sempat mengunggah potret yang sama.

Potret itu diunggah Gerindra melalui akun Twitter remisnya @Gerindra pada Sabtu (26/1/2019).

Gerindra juga menyatakan bahwa kunjungan Sandiaga tersebut untuk menemui korban banjir di Makassar.

“Sandiaga Uno Kunjungi Korban Banjir Makassar,” tulis Gerindra.tribunwow