Berdebat Sengit dengan Komika Arie Kriting di Twitter soal People Power, Faldo Maldini Akhirnya Menyerah

13
loading...


Gosipviral.com – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini terlibat perang kicauan di Twitter dengan artis stand up komedi atau yang biasa disebut komika, Arie Kriting.

Perdebatan ini terjadi saat Faldo Maldini membicarakan soal people power yang didengungkan oleh Dewan Pengarah PAN Amien Rais, Rabu (3/4/2019).

Mulanya, Faldo mengatakan bahwa orang yang menentang people power adalah orang yang berhalusinasi.
Atas kicauan itu, Arie Kriting pun meminta bentuk nyata dari people power.
“Demokrasi bermakna “rule of the people”.”To rule”, maka “the people” butuh “power”. Yang alergi sama “people power”, kayaknya lagi halusinasi,” tulis Faldo.
“Selamat malam, jadi kongkritnya bagaimana tuh wujudnya people power?,” tanya Arie.
Faldo lalu menjawab dengan menyebutkan beberapa people power yang tertuang dalam buku.
“Kongkretnya byk, Bro: protes, boycott, civil disobedience, dsb. Saya kasih referensi ya:
(Tilly: 2008), (Tarrow, McAdam, &Tilly: 2001), (Diamond:1994), & (Skocpol: 1979). Nah segitu dulu.
Semoga budaya literasi kita semakin baik di pemerintahan yg baru, minimal melampaui Sinchan,” tulis Faldo.
Arie kembali menjawab bahwa yang ia tanyakan adalah wujud nyata dari people power, bukan hanya dari literasi buku.
“Yang saya tanyakan itu kongkret dari pengerahan “People Power” yang dimaksud oleh Amien Rais.
Bukan penjelasan tekstual gitu. Kalau cuma itu sih browsing bentar juga ada. Ngapain saya nanya.
Yang dimaksud Amien Rais itu kongkretnya akan seperti apa?,’ tanya Arie lagi.
Faldo lalu menjawab bahwa dalam buku yang ia berikan itu sudah tercantum wujud nyata dari people power.
Sementara yang dimaksudkan People Power oleh Amien Rais adalah revolusi tanpa kekerasan.
“Perintah Allah pertama itu adalah iqra! Pahami dong yang saya bilang, referensi udh saya kasih. Sudah saya jawab.
Semua opsi itu mungkin kalau yg dibilang Pak Amien revolusi tanpa darah, sperti strike, protes, boycott, dll.
Yg jelas bukan yg pake darah: riot, teror, rebelion, dsb,” tambah Faldo.
Komika itu lalu kembali bertanya soal revolusi yang harus diadakan di tengah proses berdemokrasi.
“Ya kenapa harus revolusi? Pakai kerahkan rakyat pula. Semacam ada degradasi dalam proses berdemokrasi saat ini.
Segala mau revolusi lah. Perasaan 2004 sampai 2014 gak pernah ada bahasa pengen revolusi. Kenapa klean setegang itu sih? Mau ganti sistem sekalian?,” tanya Arie lagi.
Kicauan Faldo Maldini balas Arie Kriting, Kamis (4/4/2019) (1) (Capture Twitter)
“Revolusi kok dianggap degradasi demokrasi. Makanya, Iqra’, Iqra’, dan Iqra’, Bro. Bung Karno itu nulis buku “Di Bawah Bendera Revolusi”, yang takut istilah revolusi adalah penguasa yg sudah terlalu nyaman. Ini bukan revolusi mental ya,” jawab Faldo.
Tak henti sampai di situ, Arie kembali bertanya soal revolusi di zaman Bung Karno merupakan perlawanan pada kolonialisme.
Ia lalu membandingkan revolusi yang dimaksudkan Amien Rais yang dianggap melawan demokrasi.
“Jaman Bung Karno kan bahasa revolusi dibawa untuk melawan kolonialisme. Rovolusi mental juga utk memerangi permasalahan mentalitas yang menghambat kemajuan bangsa. Jelas. Itu Amien Rais revolusi untuk mengubah apa? Melawan apa? Melawan proses demokrasi? Apa gimana?,” tanya Arie lagi.
Faldo lalu menegaskan, buku yang ia gunakan untuk literasi people power itu tidak hanya untuk kolonilisme saja.
“Duh ini makin nggak karuan sesatnya. Buku itu terbit tahun 1959, Bro. 14 tahun setelah Indonesia Merdeka. Lalu, itu dicetak ulang tahun 1963. Udah mudik Belandanya, Bro. Silakan baca yg banyak saudaraku. Harapanku besar kepadamu,” jawab Faldo.
“Hahaha. Ini nih sama kayak kejadian Pak Jokowi bilang KPK menyatakan indeks korupsi tahun 98, terus dibilang hoax karena KPK berdiri 2002.
Emang kalau buku terbit 1959, yang diomongin keadaan tahun 1959 doang? Emang kalender?
Yang diomongin kan perlawanan atas kolonialisme,” sanggah Arie lagi.
Kicauan Faldo Maldini balas Arie Kriting, Kamis (4/4/2019) (2) (Capture Twitter)
Kicauan Faldo Maldini balas Arie Kriting, Kamis (4/4/2019) (1) (Capture Twitter)
Kicauan Faldo Maldini balas Arie Kriting, Kamis (4/4/2019) (2) (Capture Twitter)
“Keren banget analogimu. Protes aja ke Bung Karno sana. Setelah Indonesia merdeka, Presiden Soekarno sendiri yang bilang “Revolusi Belum Selesai”. Kamu lebih hebat dari Bung Karno kayaknya,” jawab Faldo.
Menjawab hal itu, Arie justru melontarkan kelakar.
“Hahahaha. Apaan sih ini orang?
Sumpah deh. Klean kalo baca dari awal pasti menemukan kelucuan. Sa dari tadi ketawa mulu ini,” ujar Arie.
“Bantah aja argumennya, kita tidak lagi membahas komedimu. Kelucuan itu tidak perlu dikatakan, apalagi dilabeli kyk cap halal.
Jadi, jgn maksa juga buat sekedar memenuhi KPImu,” jawab Faldo.
“Nah apalagi ini? Bro, ngomong apa sih? Coba baca ulang sekali lagi, baru di-twit gitu. Jadi kita paham, bung ngomong maksudnya apa?
Bawa2 cap halal ama KPImu ini apa sih? Astaga. Sa kayaknya memang kurang baca deh,” bantah Arie.
“Yaudah. Jangan dipaksakan,” jawab Faldo singkat.
Kicauan Faldo Maldini balas Arie Kriting, Kamis (4/4/2019) (3) (Capture Twitter)
Sebelumnya diberitakan dari Tribunnews, ancaman ‘People Power’ Amien Rais terlontar pada Apel 313 yang digelar di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (31/3/2019).
Amien Rais mengancam bakal menggerakkan massa apabila ada kecurangan di Pemilu 2019.
“Kalau sampai tim kami bisa membuktikan ada kecurangan yang sistematis, terukur dan masif, kami akan bertindak tidak perlu lagu kami datang ke MK. Kami menggerakkan rakyat (people power),” ujar Amien Rais.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika)