Anies Geram Jakarta Disebut Kota Intoleran, Setara : Kuesioner Kota Toleran Sudah Dikasih Pemprov DKI, Tapi……

11
loading...

Gosipviral.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Setara Institute membuka data kuesioner dalam survei Indeks Kota Toleran 2018. Ketua Setara Institute Hendardi mengatkan pihaknya sudah memberikan kuesioner soal indeks kota toleran kepada Pemda DKI Jakarta namun tak direspons.

Hendardi awalnya mengatakan dirinya tidak perlu menjawab pernyataan Anies terkait temuan Setara Institute yang menempatkan Jakarta di urutan terendah kota toleran.

“Saya pikir sementara saya tidak perlu menjawab pernyataan Anies. Kalau hanya Anies yang keberatan. Ini era distrupsi. Biarlah produk kami menjadi kebenaran karena banyak pihak justru bersepakat dengan hasil kami. Jika Anies tidak bersepakat silahkan dia buat riset atau studi sejenis,” kata Hendardi kepada detikcom, Sabtu (8/12/2018).

“Kuesioner juga sudah kita kasih ke Pemda DKI tapi mereka tidak respons,” lanjut Hendardi.

Hendardi mengatakan, kuesioner dalam riset Setara Instute terkait indeks kota toleran 2018 bukan satu-satunya sumber data. Kuesioner bahkan hanya menjadi teknik trianggulasi, yang merupakan metode pengecekan sumber lain sebagai pembanding.

Hendardi pun menanggapi rencana Anies yang akan mengundang ahli statistik untuk meriview hasil Setara Institute.

“Ya silahkan saja. Mengukur suatu produk tentu dengan alat ukur yang sama. Dan sebaiknya Pemda melakukan riset sejenis,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Anies meminta Setara Institute membuka data kuesioner dalam survei Indeks Kota Toleran 2018. Setara merilis Jakarta berada di urutan terendah kota toleran.

“Saya ingin baca nanti studinya, studi apapun kita harus baca supaya kita ketahui dan saya menganjurkan kepada Setara untuk mengumumkan daftar pertanyaanya kepada publik, kuesionernya, seluruh kuesionernya,” kata Anies kepada wartawan di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12).

Anies meminta ahli statistik ikut menghitung indeks yang dikeluarkan Setara. Hal ini menurut Anies unttuk memastikan indeks yang dikeluarkan Setara bersifat valid.

“Dan saya mengundang kepada para ahli statistik, ahli pengukuran ilmu sosial untuk mereview instrumenya, memastikan bahwa validitas, realbilitas dalam instrumen itu valid,” kata Anies.Detik.com