7 Pengakuan Mengejutkan Amien Rais di Sidang Ratna Sarumpaet

4
loading...


Gosipviral.com – Ketua Dewan pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais hadir sebagai saksi dalam sidang kasus ujaran kebencian dan penyebaran hoaks, Ratna Sarumpaet. Mantan Ketua MPR RI itu masuk ke ruang sidang sekitar pukul 09.43 WIB bersama ketiga saksi lainnya yakni Andika, Yudi Andrian, Eman Suherman.

Menggunakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru dan peci hitam, Amien langsung duduk sebelum akhirnya diambil sumpah.


Sorot mata menuju kepadanya, baik majelis hakim, Ratna, pengacara Ratna dan juga jaksa penuntut umum. Amien menjalani pemeriksaan hingga selesai pukul 11.00 WIB.

Ketua Majelis Hakim Joni mengawali sidang pemeriksaaan Amien dengan bertanya apa hubungan Amien dengan Ratna dan kapan mereka berdua bertemu.

“Sejak zaman tahun 98an. Pernah betermu di diskusi orang muda. Di seminar di Jakarta. Sudah lama sekali. Saya kenal dia sebagai aktivis, LSM,” kata Amien di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

1. Amien tahu Ratna ’dianiaya’ dari media daring dan YouTube
Pada 2 Oktober 2018, Amien mengaku membaca berita dari salah satu media daring di rumahnya bahwa Ratna dianiaya. Keyakinannya bahwa Ratna diancam ditambah dari video yang ia lihat di YouTube yang menampilkan wajah Ratna yang lebam.

“Di situ ada berita tentang Ratna Sarumpaet dianiaya kemudian pada saat itu saya lihat di YouTube kelihatan bu Ratna keadaan wajahnya memang seperti kena penganiayaan berat,” ungkap Amien.


2. Langsung lapor ke Prabowo minta kasus Ratna diangkat
Amien lantas langsung menghubungi Partai Gerindra untuk berbicara dengan Prabowo Subianto, apakah benar Ratna dianiaya seperti berita yang ia baca.

“Kemudian saya diberitahu bahwa Prabowo sudah mengetahui dan akan menjenguk Ratna di Nusantara  (lapangan Polo Nusantara, Hambalang, Bogor) kira-kira jam 15.00 menjelang Ashar kemudian di situlah saya bertemu dengan Ratna yang terlebih dahulu,” katanya.

Amien juga yang menyarankan ke Prabowo agar kasus Ratna diangkat ke permukaan dan segera diketahui siapa pelakunya.

“Ini penganiaayaan menimpa tim pemenangan pilpres, dia bilang ‘Tentu’. Kemudian saya tanya ‘Mbak sudah lapor ke polisi belum, kalau siapa gitu bilang lagi sebaiknya memang lapor. Saya kira waktu itu saya tidak lekas lapor karena saya melihat keadaan seperti itu justru saya akan mengangkat keadaan ini supaya diketahui ada penganiayanya supaya diproses hukum yang adil dan transparan,”papar Amien.

Ketika ditanya hakim atas inisiatif siapa, Amien menjawab bahwa itu inisiatif bersama.


“Jadi logikanya, Pak hakim, ada anak buah kita dianiaya jadi wajib hukumnya kita untuk melindungi karena kita tidak tahu kejadiannya seperti itu, kita percaya sepenuhnya waktu itu,” imbuhnya.


3. Ratna yang tidak bisa berbicara karena lebam di wajahnya
Amien yang sampai terlebih dahulu mendapati Ratna dengan penutup wajah dan dalam keadaan seperti tertekan. Amien lalu meminta Ratna untuk tidak berbicara dahulu.

“Gak bisa bicara karena ada gangguan di rahang. Saya mengatakan ‘Mbak gak usah bicara tenang saja, tenang saja’,” ujar Amien.

Amien lalu menceritakan bagaimana ia dan Prabowo kemudian membuat konferensi yang mengecam tindak penganiayaan terhadap Ratna. Usai konferensi pers, Amien mengaku tidak lagi berhubungan dengan Ratna.


4. Amien kaget ternyata Ratna pergi ke klinik kecantikan, bukan karena penganiayaan
Dalam pengakuannya di persidangan, usai menggelar konferensi pers itu, Amien kembali membaca berita berisi keterangan polisi yang menyebut lebam pada wajah Ratna dikarenakan pergi ke klinik kecantikan, bukan karena penganiayaan.

“Malam hari saya buka lagi berita tentang keterangan polisi sangat meyakinkan bahwa Ratna ke klinik wajah, ada nama dokter, rekening dan lain-lain. Loh kalau gitu kemarin nggak seperti yang kita sampaikan. Paginya Ratna sudah dikepung wartawan, beliau katakan ‘ya saya salah, maaf saya sudah lakukan hoaks’,” katanya.

3 Oktober di pagi hari, Amien lalu pergi ke Hambalang untuk menemui Prabowo bahwa ada bukti cukup telak Ratna tidak dianiaya. Amien lalu bertanya di mana Ratna pada saat itu yang kemudian diketahui berada di rumahnya.

“Kejadian cepat ini saya lantas sulit memahami apa yang terjadi. What’s really going on? Setelah itu kami mendoakan Ratna karena musibah ini diproses hukum secara adil dan bisa keluar dari musibah ini sebaik-baiknya,” ucap Amien.

5. Amien Rais mengaku tidak punya hp selama 20 tahun
Salah satu hakim anggota bertanya kepada Amien dari mana ia tahu kabar Ratna dianiaya. Apakah ia mendapat foto yang dikirim Ratna. Amien membantah ia dikirim foto Ratna dengan wajah lebam, ia mengaku sudah 20 tahun tidak memiliki hp.

“Tidak sama sekali dikirim gambar dari Ratna. Saya udah lama gak punya hp. Saya gak punya hp 20 tahun. Saya lihat dari laptop,” aku Amien.

Hakim anggota lain juga sempat bertanya dari mana Amien mengetahui dan hadir saat ada konferensi pers yang digelar Prabowo dan timnya.

“Sopir namanya Ismail punya handphone,” ucap Amien. 


6. Amien kecewa berat dengan Ratna dan heran apakah Ratna punya kekuatan spiritual
Amien lantas kecewa saat tahu dirinya dibohongi oleh Ratna. Ia melanjutkan saat itu dirinya banyak diliputi berbagai teori atas kejadian ini. Ia tidak menyangka seorang Ratna melakukan kebohongan. 

“Saya kecewa berat kenapa terjadi seperti ini. Ada banyak teori, ini Ratna yang istiqamah dan lurus ini pikirannya gak logis, mungkin ada kekuatan spiritual atau apa,” sebut Amien. 

“Tapi yang jelas tetap telah terjadi penipuan, yes, kami marah,” tegas Amien. 

7. Hakim heran tim Prabowo tidak panggil Ratna usai kasus hoaks
Ketua Majelis Hakim Joni mengaku heran dengan kasus ujaran kebencian dan penyebaran hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Hakim bertanya Amien “Apakah terdakwa (Ratna) tidak dipanggil secara khusus motifnya apa melakukan hal itu? Karena ini (Ratna termasuk) tim pemenangan?,” tanya Hakim.

Amien mengaku tidak tahu hal tersebut dan mengatakan tidak pernah bertemu Ratna setelah konferensi pers pengakuan Ratna dan juga pernyataan maaf dari Prabowo akibat hoaks Ratna.  Ia menyebut mungkin Ratna sudah bertemu dengan salah satu perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. 

“Tidak pernah bertemu lagi. Mungkin bertemu dengan yang lain karena ada banyak orang dan partai,” jawab Amien. (Idntimes.com)